Kamis, 05 Agustus 2010

Tes Psikologi



1. Jangan di liat dulu jawabannya yah ,,jawabannya terdapat di bawah
2. Jawablah denhan berurutan
3. pilihlah salah satu jawaban..... Jawab aja apa adanya jangan pake logika pake feeling aja

Bayangkanlah !!

Anda pergi ke suatu hutan, terus di hutan tersebut melihat suatu gubuk
pada gubuk tersebut anda melihat suatu pintu
1. Pintu tersebut ??
a. Terbuka
b.Tertutup

lalu anda masuk kegubuk dan anda melihat sebuah meja
2. Bentuk meja tersebut ??
a. Bulat
b. Kotak
c. Segitiga

lalu anda melihat sebuah pot yang sedang tergantung
di sekitar ruangan
3. Terbuat dari apakah pot tersebut ??
a. Guci,keramik ataw tanah liat
b. Plastik
c. Besi

4. Berapa banyak kah air didalamnya ??
a.Penuh
b. Setengah
c. Kosong

Lalu anda keluar dari gubuk tersebut saat berjalan
anda melihat sejumlah kunci
5. Terbuat dari apakah kunci tersebut ??
a.Emas
b.Perak
c.Besi

6. Berapakah jumlah kunci tersebut ??
( pilih angka 1 sampai 10)

Lalu anda berjalan kedepan dan anda
melihat air terjun. Air terjun tersebut mengalir

7. Berapakah derasnya aliran air terjun tersebut
( pilih angka 1-10 semakin tinggi angka yang anda pilih
aliran air semakin deras)

Lalu anda berjalan kesebelah kanan anda melihat sebuah
istana. Anda masuk kedalam istana tersebut.

Didalam istana terdapat dua buah kolam.

Di kolam yang pertama terdapat sejumlah koin yang
terbuat dari emas tapi airnya kotor.
Di kolam kedua terdapat banyak sekali koin yang terbuat dari
perak dengan air cukup bersih

8. Pada situasi tersebut apa yang anda lakukan
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama
b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
c. Tidak mengambil apa2


Lalu anda keluar dari istana tersebut dan melihat
sebuah kotak harta karun

9. Ukuran kotak tersebut
a. Besar
b. Sedang
c. Kecil

Disekitar daerah tersebut anda melihat seekor kuda dan
sebuah kotak besar.
Oh tidak tiba2 tornado datang

10. Apa yang anda lakukan ??
a. Berlari menggunakan kuda
b. Masuk kedalam kotak besar
c. Berlari ketempat yang lebih aman.




JAWABAN DARI PERTANYAAN DIATAS .......


1. Pintu
Terbuka : Berarti anda orang yang terbuka pada sapa saja
Tertutup : Anda orangnya tertutup

2. Bentuk meja
Bulat : Anda berteman dengan sapa saja
Kotak : Anda selektif dalam berteman
Segitiga : Sangat pemilih dalam berteman

3. Bahan pot
Guci,keramik ataw tanah liat : rendah hati dan berperasaan
Plastik : fleksibel
Besi : Keras kepala dan egois

4. Isi pot
Penuh : Cita2 anda sudah tercapai
Setengah : Cita2 baru tercapai sebagian
Kosong : Cita2 anda belum tercapai

5. Kunci terbuat dari
Emas : Berjiwa besar, penolong dan ramah
Perak : Percaya diri, kreatif
Besi : Anda orang biasa2 aja

6. Jumlah kunci
1-10 : Angka (1-10) menunjukkan jumlah teman/sahabat terdekat
yang anda miliki.

7. Derasnya aliran air terjun menunjukkan GAIRAH SekS yang anda
miliki
1-10 : Semakin tinggi angka yg anda pilih semakin tinggi pula
gairah SekS yg anda miliki

8. Situasi
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama : Anda orangnya matre/komersil.
Jika mencari pasangan lebih mengutamakan kekayaan.

b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
Jika memilih pasangan lebih mengutamakan tampang/fisik.

c. Tidak mengambil apa2
Apa adanya.

9. Ukuran kotak menunjukkan ego yang ada miliki.
Besar : Egois
Sedang : Biasa aja
Kecil : Baik hati

10. Yang anda lakukan jika anda menghadapi masalah
Berlari menggunakan kuda : Membahas masalah tersebut bersama pasangan atau
sahabat untuk penyelesaiannya.
Masuk kedalam kotak besar : Memendam masalah tersebut.
Berlari ketempat yang lebih aman : Menyelesaikan masalah sendiri

Semoga bisa membantu.....GBU

Dosa Dan Benalu



Suatu hari, sebatang pohon Alpukat menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji Benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari. "Selamat sore Alpukat," sapa Benalu. "Oh, kamu Benalu, selamat sore juga," balas Alpukat. "Wah Alpukat, sekarang kamu sudah besar, ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar," puji Benalu. "Iya Benalu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah," kata Alpukat dengan bangga.

Kemudian Benalu melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali. Boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, untuk satu malam saja?" Tanpa berpikir panjang Alpukat langsung mengabulkan permohonan sang Benalu. "Jangankan satu Benalu kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa," pikir Alpukat.

Maka sejak itu Benalu tinggal di pohon Alpukat dan tanpa disadari oleh Alpukat, Benalu semakin hari semakin besar dan beranak banyak. Suatu hari Alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering. Saat itulah Alpukat sadar bahwa Benalu sudah merugikan dirinya. Lalu Alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya.

"Alpukat, semua akar-akar saya sudah tertancap di dalam tubuhmu. Jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu", kata Benalu sambil tertawa. Semakin hari Alpukat semakin kurus dan akhirnya mati karena Benalu terus menghisap makanan dari tubuh Alpukat tanpa belas kasihan.

Banyak orang yang bertindak seperti Alpukat ini. Waktu dosa-dosa kecil datang menggoda dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya. Mereka pikir, "Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan mempengaruhi keimanan saya. Saya akan tetap rajin berdoa."

Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa

Tukang Kayu Dan Rumahnya



Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.